Just another free Blogger theme

Jumat, 22 Agustus 2014

Pada tanggal 29 November 2013 OKP XTC CIWASTRA bersama marsyarakat beserta Koramil dan Kodam bersama - sama turun ke kali cicadas baru yang berada di wilayah Ciwastra untuk bersama melakukan kegiatan bebersih sungai demi menjaga kebersihan dan keindahan sungai dan menjaga agar sungai kali cicadas baru ini tetap pada fungsinya.

Dalam kesempatan ini pula OKP XTC CIWASTRA mengajak pada seluruh masyarakat Ciwastra untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, dalam hal ini adalah membuang sampah apda tempatnya, agar tidak kembali melakukan pembuangan sampah pada sungai yang nantinya akan berakibat buruk bagi lingkungan.
Kepedulian Terhadap Lingkungan Merupakan Salah Satu Bentuk Dari Bela Negara

Seluruh Anggota XTC CIWASTRA Bersama Masyarakat Beserta TNI Melakukan Kegiatan "Bebersih kali Cicadas"


Kegiatan yang dilaksanakan bersama Bapak Walikota Bandung Ridwan Kamil bersama XTC INDONESIA Kota Bandung, Pada tanggal 8 februari 2014 mengajak pada seluruh warga Kota Bandung khususnya untuk mengjaga ketertiban berlalulintas di Kota Bandung demi menuju Bandung Juara.

Ciwastra, Bandung 1 Maret 2014 bertempat di gedung BMW Ciwastra, OKP XTC CIWASTRA melangsungkan seminar yang berjudul "PEMAHAMAN TENTANG ORGANISASI BESERTA BAHAYA NARKOBA, SEX BEBAS, NARKOBA DAN TAWURAN DIKALANGAN GENERASI MUDA KOTA BANDUNG". Seminar yang diadakan ini adalah dengan tujuan untuk memperkenalkan dan jauh lebih memahami arti berorganisasi sesungguhnya khususnya di Indonesia, dan juga memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, sex bebas dan tawuran yang sudah menjadi sebuah bayangan kelam bagi generasi muda.
Suasana di dalam gedung balai mustika wangi pada saat acara seminar XTC

Suasana di dalam gedung balai mustika wangi pada saat acara seminar XTC

Dalam seminar ini dihadiri oleh beberapa pihak narasumber terkait, yaitu Kepala kesbangpol Kota Bandung yang mengisi sesi seminar yang berjudul Pemahaman Organisasi, juga BNN Kota Bandung yang mengisi sesi bahaya Narkoba dan Sex Bebas, dan pihak dari Polrestabes Kota Bandung yang mengisi sesi tentang Bahaya Tawuran. Acara ini pula yang dihadiri langsung oleh Dewan Pembina OKP XTC CIWASTRA 
Pemberian seritifikat penghargaan dan pelakat dari Sekjen OKP XTC CIWASTRA kepada pihak BNN Kota Bandung




Keluarga besar XTC CIWASTRA melakukan Do'a bersama pada tanggal 23 Maret 2014 untuk para saudara-saudara XTC CIWASTRA yang sudah terlebih dahulu berpulang pada yang Maha Kuasa. 
Semoga amal dan ibadah para saudara-saudara XTC CIWASTRA diterima oleh ALLAH SWT  Aamiin Ya Rabbal Allamiin.
Bersama pihak TNI dan masyarakat Rancaloa kecamatan Rancasari Kota Bandung, XTC CIWASTRA Mengadakan bakti sosial untuk memperbaiki akses jalanan yang rusak disepanjang Jalan Kali cipamokolan RW 02 Kecamatan Rancasari Kota Bandung.



Dalam acara ini diharapkan adanya perhatian dari pemerintah kota guna mempriroritaskan jalanan yang sudah rusak, dikarenakan mengingat hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai salah satu akses transportasi untuk keperluan sehari-hari.

Nb: dikutip oleh http://xtcciwastra.blogspot.com/2014/07/xtc-ciwastra-masyarakat-beserta-tni.html
Bandung 20 juli 2014, XTC CIWASTRA Bersama para komunitas generasi muda Kota Bandung melakukan aksi sosial penggalangan dana untuk warga palestina di jalur Gaza. Acara yang berlokasi di perempatan Jl. Pelajar Pejuang ini bermaksud untuk mengajak para pengguna jalan akan indah nya berbagi untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah menderita di Jalur Gaza Palestina.

Tanggapan positif  dari masyarakat Kota Bandung akan terselenggaranya acara ini pun dapat terlihat dari antusias dan jumlah dana dari para pengguna jalan yang kebetulan sedang melintas di sekitar Jl. Pelajar Pejuang Kota Bandung.

Dana dari hasil penggalangan ini pun disalurkan pada Asuhan Taman Muhamadiyah yang bertermpat tidak jauh dari lokasi penggalangan dana atau tepatnya berlokasi di Jl. Nilem. Seluruh hasil dari penggalangan dana ini diberikan kepada anak-anak yang berada di Panti Asuhan. 


Mengapa Dana Hasil Penggalangan Tidak Langsung Disalurkan Kepada Penyalur Untuk Gaza ?


Pertanyaan tersebut mungkin timbul karena dana dari hasil penggalangan ini tidak langsung diberikan kepada penyalur untuk gaza, ada ungkapan yang mengatakan bahwa, "jika anak-anak yatim berdoá maka langit akan terbuka hijabnya, dan doá itu akan menembus langit, hingga langsung sampai kepada Sang Khaliq yaitu Allah SWT. yang Maha Mengabulkan doá-doá.

Jumat, 15 Agustus 2014

Kebrutalan komplotan Klewang asal Pekanbaru langsung bikin citra biker terpuruk. Mereka tidak lebih dari kriminal murni namun keseharian pakai motor. Jadilah mereka identik dengan istilah geng motor. Makin parah lagi, Klewang menyebut-nyebut beberapa klub motor yang sangat eksis di Indonesia, katakanlah  Exalt To Creativity (XTC), JRC, ARC juga Street Demon.

Apa boleh buat opini masyarakat langsung tertuju pada klub bersangkutan. Generalisasi dan penghakiman langsung terbentuk. Apalagi sepak terjang Klewang termasuk doktrinasinya membuat bulu kuduk berdiri. Ia dan komplotannya menjalankan ritual yang x-tra ordinary dalam dunia kejahatan.

Melakukan seks bebas antar anggota, kekerasan, melawan orang tua, garis komando yang ketat. Masyarakat gregetan, kepolisian bergerak dan para orang tua cemas. Doktrin ‘dahsyat’ itu pernah diulas di MOTOR Plus beberapa tahun lalu saat berkisah tentang gangster motor Bandung.

Khusus soal Klewang, klub gede XTC dan Street Demom yang punya mother chapter Bandung terkena getahnya. Riwayat Klewang yang menghabiskan masa muda di Bandung, ditenggarai berhubungan langsung dengan klub ini.

Kepada XTC, MOTOR Plus  langsung hangout, toz bro dengan klub yang punya massa sangat loyal ini di kantor pusat PMI, Jl. Aceh, Bandung. 

“Sekarang ini XTC telah mengukuhkan hati untuk peduli pada aksi kemanusiaan bukan lagi saatnya dicap sebagai gangster,” tegas Dadan ‘Kang Debz’ Suwanda, Pembina XTC.

Dari 172 life member yang hadir, mayoritas diterima oleh PMI untuk menyumbangkan darah sesuai ketentuan medis. “Kami sangat terkesan dengan niat baik XTC menyumbangkan sesuatu yang berharga demi kemanusiaan,” nilai Ade Kurnia selaku Staff Donor PMI.

Bukan cuma XTC yang gerah dan terusik. Kami penasaran dan menghubungi Street Demon Indonesia. Rasa penasaran tentunya ada latar belakang. Beredar luas di media beberapa anggota Street Demon Pekanbaru jadi anggota Klewang,.

“Kami tegaskan ini hanya kesamaan nama saja! Street Demon Indonesia (SDI) bermarkas di Bandung sama sekali bukan Street Demon-nya Klewang. Street Demom Pekanbaru berarti masuk ke Provinsi Riau dan bukan bagian dari salah satu chapter Street Demon Indonesia,” jelas Purnama Glanet, Pendiri SDI

Agar jelas, SDI berdiri pada 2004 di Bandung  dengan captain Bro Decky Sick. “Berkembang ke  Bogor (Buitenzorg), Jakarta (Capital Region), Tangerang (Industrial), Batam Squad, Semarang, Banjarnegara, Bali, Magelang,” bilang Glanet.

Visi misi juga jelas, Memajukan tradisi modifikasi motor dan mobil dengan gaya ol’ skool Jepang dan Amerika,” beber Purnama lebih lanjut.

Mereka meminta masyarakat jeli menyimak Street Demon Pekanbaru ala Klewang ini. “Perhatikan lambang mereka berbentuk Joker alias badut, lain sekali dengan back patch kami, logo helm half-face plus check flag. Mereka cuma meniru nama dan menimbulkan kesan negatif kepada SDI,” jelasnya pada life member yang bermarkas di Bandung ini.

Kebrutalan gangster ini memang mejadi topik paling hangat. Tidak cuma XTC atau SDI saja yang kena gatah akibat ulah mereka. Seluruh klub atau komunitas motor juga mengutuk keras aksi ini.

Citra para motoris langsung terpuruk di tengah masyarakat, istilah geng motor mau nggak mau langsung menggenaralisasi perilaku pengendara di jalanan. Masyakarat diminta bijak karena faktanya, kriminal murni yang hanya menjadikan motor sebagai tunggangan paling efisien untuk melakukan aksi kejahatan. (motorplus-online.com) 
Penulis : Isf@n, Boim, Rumi | Teks Editor : KR15 | Foto : Rumi

Kamis, 14 Agustus 2014

XTC Kota Bandung menerima penghargaan sebagai atas partisipasi dalam pelaksanaan 'SAHUR ON THE ROAD BAKSOS PANTI ASUHAN'

yang diselenggarakan oleh gerakan DPP Gerakan Muda Intelektual Muda Lidik (GMIL). bekerja sama dengan Orma, Okp dan Komunitas Se-Jawa Barat.
Siapa bilang anak klub motor selalu arogan? Hal itu tidak berlaku untuk Klub Ninja Riders (KNR) Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-3, Klub Motor Kawasaki ninja KNR mengadakan bakti sosial di sebuah hotel di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu 14/05/2011.
Dalam hari ulang tahunnya itu, anggota klub motor kawasaki ini merayakannya dengan cara saling berbagi dalam kegiatan kemanusian, salah satunya dengan cara mengadakan acara donor darah yang diikuti oleh para anggota dan yang lainnya.
Tidak hanya sebatas bakti sosial, acara itu juga diramaikan dengan musik dangdut lengkap dengan panggungnya guna menghibur para anggota. Untuk lebih merekatkan silahturahmi antar klub motor, KN juga mengudang 12 klub motor kawasaki ninja se-Jabodetabek, Bandung dan Garut.
Seluruh tamu undangan yang datang diberikan penghargaan pelangkat sebagai ucapan terima kasih untuk kedatangan mereka.
Acara ini rutin dilakukan KNR setiap tahunnya, “acara bakti sosial ini dilakukan klub motor kami dengan harapan menjadi contoh kepada klub motor lainnya, karena anak motor selalu terkesan arogan, apalagi motor-motor besar seperti kami,” ujar Bahar, sebagai penasihat di KNR.
Sesuai dengan prinsip mereka “be proud not arogan”, hal tersebut ditekankan oleh ketua KNR Angga ,“klub motor kami tidak ada yang bersifat arogan, walaupun menggunakan motor-motor besar, klub motor kami tidak seperti klub motor yang sifatnya merusak, tetapi kekeluargaan.”Tambahnya.
Zulham Rizal
Bakti sosial digelar komunitas XTC dengan tema ‘Indahnya Silaturahmi di Bulan Ramadhan’. Acara tausyiah bertempat di Masjid Al Jabbar, Rusunawa di Jl. Cingised, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Bandung, Sabtu (28/7).

Hadir Kapolsek Arcamanik Kompol. I Ketut Adypratama, SH.,MH. Beliau menghimbau agar kegiatan ini jadi titik awal anggota motor untuk berlaku tertib. “Klub tidak sama dengan oknum kejahatan dan pencurian,” tegasnya.

Gelaran dihadiri oleh 200 perwakilan anggota. Mereka terdiri dari perwakilan Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cicalengka, Cimahi, Cikampek, Jabodetabek dan anggota dari Bandung. “Kami punya visi dan misi yaitu meningkatkan tali silaturahmi,” papar Firman Budianto selaku panitia gelaran.

Ia juga menegaskan kalau XTC siap kerja sama dengan siapapun asal dengan itikad dan motivasi tulus bersih untuk persaudaraan.  (motorplus-online.com)

Cirebon - Kabupaten Cirebon merupakan basis PDIP. Namun bagi para pemuda yang ada di seluruh Kab.Cirebon sangat antusias dan mengharapkan calon RI 1 ini dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Hatta. Mereka para pemuda mengharapkan pasangan Prabowo-Hatta mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, Jujur, Tegas dan yang paling utama adalah memperhatikan dan tanggap terhadap masalah-masalah yang terjadi pada rakyat.
Saat ini Kabupaten Cirebon merupakan Kabupaten yang banyak mempunyai problem terutama pemuda yang masih banyak jadi pengangguran. Karena banyaknya pengangguran itulah maka banyak sekali timbul kejahatan-kejahatan baik itu dengan terbentuknya geng motor, perkelahian pemuda bahkan kejahatan-kejahatan lain.
Bahkan, menurut Reno, penggerak XTC di Kabupaten Cirebon menuturkan, pemerintah kurang tanggap terhadap pemuda-pemuda yang berada di Kabupaten Cirebon.Pemerintah dinilai hanya mampu membentuk suatu wadah yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran tetapi tidak mampu untuk mengelola dan mengarahkan para pemuda yang sudah dibekali ketrampilan. Banyak sebetulnya tempat usaha yang ada di Kabupaten Cirebon, tetapi tenaga kerja yang ada dari tempat usaha yang dimiliki orang lokal maupun luar masih mengutamakan pekerja dari daerah lain. Tentu saja hal ini menjadikan kecemburuan sosial bagi para pemuda yang kebanyakan masih pengangguran.
XTC yang beranggotakan dari  dari 8 wilayah yaitu kec.sumber, ciledug, astanajapura, sindang laut, palimanan, jamlang, kedaung, karang sembung. Indramayu masuk anggota xtc akan digabungkan bersama-sama dengan Patria.Rencana tersebut sudah tersusun karena  anggota XTC Cirebon sekitar 4000 anggota aktif yang diketuai dan disusun dalam organisasi sebagai berikut: jaka Permana termasuk ketua Patria.sek. Reno,Bendahara Ali, wak ket Alvianas. Tim penggerak Rari dan Arif Silang.Mereka mengambil susunan keanggotaan dari berbagai daerah sehingga ada pemerataan.
Organisasi Patria dan XTC tersebut nantinya agar bisa membawa organisasi lebih baik, mandiri dan memberdayakan kaum muda. Selain itu juga Patria dan XTC Kab. Cirebon juga akan mengadakan sosialisasi kepada kaum muda khususnya hak dan kewajiban masy dlm berbangsa dan negara.
Reno  dalam deklarasi Patria di Jln Yos sudarso gang bersumi no 10 Kab.Cirebon (5/7) sekitar pukul 2.00 dini hari tadi
Mengatakan, "Kegiatan Patria dan XTC harus dapat  menjadi sisi positif terhadap masyarakat dengan melakukan kegiatan sosial dan nilai religi.Kita bisa mengadakan kegiatan sosial seperti Peduli yatim piatu, sapa warga, membuat database berapa jumlah pemuda yang masih menjadi pengangguran dengan cara bekerjasama dengan pemerintah membuat suatu wadah dan menyalurkan para pemuda pada bidang keahlian yang dimiliki."
Bahkan menurut Reno juga, "Di Kabupaten Cirebon ditemukan sekitar 50 persen penganggur negatif.Hal ini dikarenakan lapangan kerja sempit dan faktor pendidikan kurang.Tentunya ini merupakan tanggungjawab pemerintah untuk mengarahkan tanpa melepas begitu saja.Untuk itu kami akan bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat program agar dapat mengurangi pengangguran dikalangan pemuda. Kita masih banyak menjumpai Hanya 10 sampai 20 persen pekerja lokal saja yang diambil untul menjadi karyawan bagi pengusaha lokal dan asing, sedangkan lainnya luar daerah."
Dalam acara deklarasi Patria di Kabupaten Cirebon ini dihadiri juga ketua Patria pusat dari Jakarta.Walaupun deklarasi tersebut dilaksanakan dengan sederhana namun acara tersebut dihadiri sekitar 60 pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon. (jon)

Tasikmalaya, 16/1 (ANTARA) - Ratusan anggota kelompok sepeda motor XTC wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar bakti sosial membersihkan coretan tulisan nama maupun lambang di dinding kawasan lapangan Dadaha, kota itu, Minggu.

Salah seorang kepengurusan XTC, Jibril, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk tanggungjawab anggota dalam menciptakan kondisi Kota Tasikmalaya bersih dan nyaman dari pandangan berbagai coretan dinding.

Setelah menyatakan bubar di depan pihak kepolisian dan berjanji tidak melakukan tindakan yang menganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, kata Jibril secara ikatan emosional antar anggota masih terjalin baik.

"Hubungan kita sesama XTC masih terjalin baik, dan kegiatan ini sebagai wujud perubahan kita," katanya yang masih berkumpul untuk melakukan berbagai kegiatan postif.

Lebih dari 200 orang anggota XTC yang melakukan bakti sosial itu, kata Jibril kegiatan serupa akan dilakukan di beberapa tempat lain sebagai motivasi sesama anggota menuju perubahan hidup yang lebih baik.

Ia berharap citra yang selama ini negatif tentang XTC di masyarakat dapat hilang, meskipun diakuinya membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.

"Kegiatan seperti ini kita harapkan menjadi salah satu langkah
mengubah citra negatif, dan kita telah berubah untuk mencoba lebih baik," katanya.

Pada aksi mereka di lapangan tersebut seluruh anggota XTC membawa kaleng cat dan kuas, kemudian menyisir beberapa bagian bangunan yang terdapat coretan.

Menghapus coretan dinding itu dilakukan seperti di GOR Susi Susanti, GOR Sukapura, GOR Kesenian dan dinding benteng lapangan Sepak Bola.

Kegiatan tersebut, mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan sekaligus bersama-sama membantu penghapusan coretan berbagai nama di dinding tembok bangunan.***1***

Feri P

KARAWANG – Organisasi Kepemudaan (OKP) Exal to Creativity (XTC) menggeral acara buka bareng anak yatim dan piatu di Gedung Graha Pemuda DPD KNPI Karawang. Kegiatan tersebut melibatkan anak yatim dan piatu dari sekitaran Karawang Kota.
Selain buka bareng, dalam kegiatan itu juga dilakukan santunan kepada anak yatim piatu.
Ketua Plaksana Kegiatan berbagi tersebut, Guntar Mahardika mengatakan, pihaknya sengaja  menggelar acara berbagai sebagai bentuk kepedulian dengan sesama.
Hal itu juga sebagai bukti bahwa XTC bukan lah geng motor yang selalu bertindak negatif seperti yang dipandang sebagian masyarakat saat ini. Karena sesungguhnya XTC merupakan organisasi kepemudaan yang meng menghimpun sejumlah pemuda agar dapat berkreatifitas dan berbuat yang lebih baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
“Mungkin kami tidak bisa berbuat banyak untuk anak yatim piatu, tapi kami juga masih mempunyai hati nurani untuk berbagi kenikmatan dengan sesama,” ujarnya, kepada Fakta Karawang, Minggu (20/7).
Diungkapkan Guntar, kegiatan berbagi di bulan Ramadan memang merupakan kegiatan rutinan setiap tahun. Namun, bukan berarti XTC bisa berbagi dengan sesame saat bulan Ramadan saja.
“Kami juga kerap melakukan berbagai kegiatan serupa meski diluar bulan Ramadan. Misalkan menggelar bakti soalial, atau bergabung dengan OKP lainnya untuk menggelar kegiatan yang memang baik bagi masyarakat dan lingkungan,” paparnya.
Masih dikatakan Guntar, dalam kegatan berbagai dengan anak yatim dan piatu tersebut juga diisi dengan tausiah yang diberikan oleh ustad dari pondok pesatren di sekitaran Karawang. Tausiah tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan dari para anggota XTC dan juga seluruh tamu undangan yang hadir.
“Allhamdulliah, kegiatan ini berjalan lancar dan semoga saja, ini menjadi nilai positif bagi kami di XTC juga bagi masyarakat di lingkungan kami, khususnya di Karawang,” tandasnya. (zck)
KBRN, Cirebon : Memanfaatkan momentum Ramadhan, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda - OKP - Exalt To Creativity - XTC - Kota Cirebon, berbagi kebahagian dengan 150 anak yatim piatu di Masjid AL-Abraar Kelurahan Cangkol Utara Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Kegiatan sosial tersebut rutin dilakukan XTC setelah berubah menjadi OKP beberapa bulan terakhir dari yang sebelumnya dikenal oleh masyarakat dengan istilah geng motor XTC yang kerap berbuat ulah, Tapi kini, XTC sudah berubah haluan dan mulai memperbaiki diri dengan berbagai kegiatan positif mulai dari keagamaan hingga bakti sosial.

Sekretaris OKP XTC, Reno Sukriano pada Jumat (25/7/2014) mengatakan Baksos yang diselanggarakan tersebut berkat dukungan dari semua pihak, bantuan ini merupkan partisipasi dari berbagai komponen masyarakat Kota Cirebon yang peduli terhadap XTC dan anak yatim piatu.

Menurutnya, XTC ingin menepis semua isu-isu yang mengatasnamakan XTC yang kerap memuat kegaduhan selama ini.

Karena setelah menjadi OKP pihaknya tidak pernah melakukan hal negative seperti dahulu.

“kita dulu memang kelam dan itu masa lalu, sekarang kami bersama keluarga besar OKP XTC ingin memperbaiki diri dengan merubah segalanya di mata masyarakat" Ujar Reno. 

Reno menuturkan baksos di bulan yang penuh berkah ini akan disalurkan ke-150 anak yang ada di Cangkol Utara, Cangkol Tengah, Cangkol Selatan dan Kampung Kriyan barat. Reno Sukriano menepis, bila kejadian keributan geng motor yang menelan korban jiwa dan melukai sejumlah orang itu bukan oleh pihaknya.

Karena saat ini OKP XTC melarang angotanya untuk berbuat aksi kriminal dijalanan terlebih hingga melukai orang yang tidak bersalah. Pihaknya pun turut prihatin adanya insiden penusukan dan pembacokan yang menimpa masyarakat umum yang tidak bersalah. ( azi/)
Mendapat predikat sebagai musuh masyarakat karena identik dengan aksi brutal, XTC Sexy Road Garut memilih membubarkan diri, Senin (20/12). Mereka menetapkan diri sebagai komunitas otomotif.
“Kami menyatakan diri membubarkan geng motor dan membentuk komunitas otomotif XTC,” kata Ketua XTC Garut Iwan Joy didampingi Sekretaris Yusep Rahmat dan Humas Yana.
Ikrar pembubaran diri digelar di Alun-alun Kab. Garut dan diikuti 650 anggota XTC. Mereka terdiri atas 12 koordinator wilayah, masing-masing memarkirkan sepeda motornya dan berbaris dengan mengenakan pakaian rapi.
Dalam ikrar tersebut, mereka menyatakan menolak keras aksi anarkistis atau brutal yang biasa dilakukan sejumlah anggota berandal bermotor di Kab. Garut. Mereka tidak akan menoleransi adanya anggota XTC yang bertindak kekerasan, siap membantu aparat keamanan dalam menjaga kamtibmas, siap membuka diri untuk berkomunikasi dan menjaga perdamaian dengan sejumlah organisasi otomotif.
Dijelaskan Iwan, XTC Garut berdiri pada 1991 setelah XTC pusat berdiri pada 1982. Hingga saat ini, XTC memiliki 750 anggota.
“Sesuai tujuannya, semula kami membentuk XTC sebagai lembaga yang beranggotakan penggemar otomotif, khususnya pemilik sepeda motor. Seiring dengan berdirinya beberapa klub berandal bermotor, banyak oknum anggota kami yang terpengaruh dan menyalahgunakan keanggotaan sehingga akhirnya XTC lebih dikenal masyarakat sebagai kelompok motor yang mengerikan,” tutur Iwan.
Setelah melakukan ikrar, ungkap Iwan, XTC akan mengurangi kegiatan bersifat hura-hura dan memperbanyak acara bakti sosial.
TAUFIK R - Sekjen XTC Indonesia [Foto: Taufik Hidayat | BandungOKE.Com]

ANDA tahu XTC? Ya, pasti. Hanya mungkin, selama ini Anda mengenalnya sebagai “geng motor”.  Kini, XTC  sudah berubah haluan, juga telah mengubah diri. XTC,  bukan lagi geng motor. Tapi, resmi dan sah sebagai komunitas otomotif.
"Sekarang, kami sudah legal, dan sah di notaris sebagai organisasi otomotif," kata Ketua Pelaksana Baksos dan Tausiyah XTC Bareng Telkomsel, Firman, Sabtu (28/7), di Arcamanik, Bandung.
Baksos dan Tausiyah XTC Bersama Telkomsel yang digelar Sabtu (28/7) sore tadi ini dilaksanakan di rumah susun (Rusun), Jl. Cingised RT/02, RW/06, Kel. Cisaranten Kulon, Kec, Arcamanik, Bandung.
"Untuk hari ini, kami tidak mengundang semua anggota. Kami hanya mengundang perwakilannya dari setiap daerah di Kota Bandung, diperkirakan yang datang kurang lebih 200 orang," jelas Firman.
Selain baksos dan tausiyah, jelas Firman, acara ini juga bertujuan untuk memperbaiki citra organisasi yang kental dikenal masyakarakat sebagai "geng motor."
“Kegiatan ke depannya, komunitas otomotif (XTC) juga akan mengadakan buka bersama di wilayah mereka masing-masing,” ujar Sekjen XTC Indonesia, Taufik R. [] Nazmi Irham | BandungOKE.Com
Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
nasional - Minggu, 6 Juli 2014 | 05:34 WIB 
 
INILAHCOM, Cirebon - Klub motor XTC dan relawan Patriot Indonesia Raya (Patria) kota Cirebon bersinergi untuk mengawal perolehan suara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam pemilu presiden 9 Juli mendatang.

Ketua XTC kota Cirebon Jaka Permana mengatakan, dukungan terhadap Prabowo-Hatta sudah dilakukan organisasinya sejak awal kampanye pilpres.

"Waktu pileg kita tidak ambil sikap. Tapi ketika masuk pilpres kita sudah bulat untuk dukung Prabowo. Ini merupakan hak politik kami sebagai individu," kata Jaka dalam deklarasi dukungan bersama Patria di Jalan Yos sudarso, kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (5/7/2014).

Dia berharap, sinergi antara Patria dan XTC bertuah kemenangan bagi Prabowo-Hatta. "Kita sudah yakin bahwa Prabowo bisa membawa perubahan di Indonesia," kata Jaka.

Sesepuh XTC Kota Cirebon, Reno mengatakan, klub yang dinaunginya akan menggugah kaum muda khususnya hak dan kewajiban masyarakat dalam berbangsa dan negara. "Kegiatan Patria dan XTC harus dapat menjadi sisi positif terhadap masyarakat," kata Reno.

Ia berharap Prabowo dan Hatta bisa menyelesaikan problem pengangguran di Cirebon. "Kita berharap nantinya pemerintah bisa membuat database berapa jumlah pemuda yang masih menjadi pengangguran dengan cara bekerjasama dengan pemerintah membuat suatu wadah dan menyalurkan para pemuda pada bidang keahlian yang dimiliki," tukasnya.

Menurutnya, di Cirebon ada sekitar 50 persen penganggur negatif. Ini terjadi karena lapangan kerja sempit dan faktor pendidikan kurang. "Tentunya ini merupakan tanggungjawab pemerintah untuk mengarahkan tanpa melepas begitu saja," katanya.

Para pemuda Cirebon ini mengharapkan pasangan Prabowo-Hatta mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan sikap yang jujur, tegas. "Yang paling utama adalah memperhatikan dan tanggap terhadap masalah-masalah yang terjadi pada rakyat," tutup Reno.[jat]
TINJAU SUBANG- Komunitas motor XTC Subang yang dikenal urakan, selama Ramadan ini banyak dimanfaatkan untuk aksi sosial. Jika sebelumnya mereka membagikan sahur, kali ini mereka menyantuni anak yatim di Panti Asuhan Amalia. 
Aksi diikuti oleh sebagian besar anak-anak XTC. Sebelum mendatangi Panti Asuhan Amalia di Kelurahan Karanganyar, Subang, puluhan anggota XTC melakukan konvoi di jalanan protokol Subang dengan pengawalan aparat kepolisian.

Di Panti Asuhan Amalia, mereka menyerahkan bantuan berupa 5 dus mie instan, sekarung beras, baju layak pakai, dan lainnya. Penyerahan bantuan diterima langsung pengurus dengan didahului acara semi formal, sambutan dan doa bersama.

Selepas menyerahkan bantuan, anak-anak XTC itu kemudian bergerak ke depan masjid Agung Al-Musabaqah. Di tempat ini, mereka membagikan ratusan bungkus takjil bagi pengguna jalan raya. [annas nashrullah l @annas_nsh]